NADIKABAR.COM — Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mendorong Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menguasai ecological leadership. Menurutnya, pemahaman itu penting untuk dikuasai calon perwira untuk menjawab tantangan masa depan.

Hal itu disampaikan Irjen Herry Heryawan saat mengisi Kualiah Umum di Akpol Semarang yang diikuti Taruna Akpol Tingkat III Angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Darma dan Tingkat II Angkatan 60 Batalyon Manggala Satya, Sabtu (3/10/2026). Dalam pemaparannya, Irjen Herry Heryawan menekankan tiga keutamaan dalam bertindak, yaitu Global Security, Environmental Ethics, dan Human Solidarity.

"Keamanan saat ini semakin terkait dengan persoalan lingkungan dan keberlanjutan, sementara kerusakan lingkungan dapat menciptakan risiko yang berdampak pada masyarakat dan stabilitas," kata Irjen Herry.

Menurutnya, menjadi polisi yang mengenal alam bukan berarti meninggalkan tugas utama kepolisian, tetapi memperluas cara pandang Polri dalam memahami keamanan. Menurutnya, seorang calon perwira harus memiliki kemampuan membangun ecological literacy, yakni kemampuan dasar seorang pemimpin memahami hubungan antara lingkungan, masyarakat dan keamanan.

"Untuk itu, kita perlu memiliki kemampuan memahami lingkungan. Di sinilah saya ingin memperkenalkan satu istilah: ecological literacy. Seorang perwira tidak perlu menjadi ahli ekologi. Tetapi ia harus memiliki kemampuan dasar untuk memahami hubungan ekologis di wilayah tugasnya," ungkapnya.

Pengetahuan itu selanjutnya harus berkembang menjadi ecological leadership, ketika pertimbangan ekologis ikut menjadi bagian dalam pengambilan kebijakan dan keputusan kepolisian.

"Dari ecological literacy kita bergerak menuju ecological leadership. Artinya, pemimpin mampu memasukkan pertimbangan ekologis ke dalam kebijakan dan keputusan kepolisian," sambungnya.

Irjen Herry Heryawan juga mengajak Taruna Akpol mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin Polri yang mampu membaca perubahan, merancang kebijakan, serta membangun kolaborasi untuk menjawab persoalan masyarakat yang semakin kompleks. Herry mengatakan perubahan teknologi, pola kejahatan, derasnya arus informasi hingga perubahan iklim membuat tantangan kepolisian berkembang semakin cepat.