Pengembangan itu diharapkan membantu pemerintah daerah memetakan kondisi koperasi secara lebih akurat, termasuk mengidentifikasi koperasi yang masih aktif, berkembang, maupun yang membutuhkan pembinaan khusus.
Selain memperkuat basis data, tim pengembang juga menyiapkan penyempurnaan fitur pengaduan, pendaftaran, dan permohonan informasi. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta chatbot juga dipersiapkan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
"Dengan demikian, SIGAP tidak hanya menjadi perangkat kerja bagi Diskop UKM, tapi juga sebagai sumber informasi publik mengenai jumlah, lokasi, dan kondisi koperasi terkini," katanya.
Brida sebagai fasilitator inovasi di Kabupaten Kutim mendampingi setiap inovasi agar terarah. Ia juga memaparkan peran ini dalam giat pendampingan inovasi perangkat daerah di Brida Kalimantan Timur, digelar di Samarinda, Kamis (8/10).