"Brida Kutim bersama perangkat daerah penggagas dan tim ahli, terus mengawal penyempurnaan sistem agar inovasi tersebut memberikan manfaat berkelanjutan," katanya.
SIGAP Koperasi juga telah didaftarkan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional, sebagai salah satu upaya memperkenalkan inovasi pelayanan publik Kutim di tingkat lebih luas.
Ke depan, pengembangan aplikasi diarahkan pada integrasi dengan sistem informasi kementerian terkait. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah pembaruan data, pelaporan kondisi kelembagaan, serta penanganan koperasi yang tidak lagi beroperasi.
"Melalui penguatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Kutim berharap SIGAP Koperasi mampu meningkatkan efektivitas pembinaan sekaligus memperkuat tata kelola koperasi yang transparan, terukur, dan berkelanjutan," katanya.