NADIKABAR.COM — Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, memperkuat pendampingan inovasi digital SIGAP Koperasi, sebagai langkah meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong daya saing daerah pada ajang inovasi tingkat nasional.
"Pendampingan dilakukan untuk memastikan inovasi yang dikembangkan perangkat daerah tidak berhenti pada tahap peluncuran atau kompetisi, tetapi terus disempurnakan sesuai kebutuhan pengguna," kata Peneliti Ahli Pertama Brida Kabupaten Kutim Bagus Rai Wibowo di Sangatta, Jumat.
Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP) yang dikembangkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutim, katanya, bertujuan untuk memudahkan pendataan, pemantauan, dan pembinaan koperasi melalui platform digital.
Aplikasi tersebut kini dikembangkan dengan penambahan informasi yang lebih terperinci, antara lain jumlah anggota, komposisi anggota berdasarkan jenis kelamin, serta informasi pendukung lain.
Pengembangan itu diharapkan membantu pemerintah daerah memetakan kondisi koperasi secara lebih akurat, termasuk mengidentifikasi koperasi yang masih aktif, berkembang, maupun yang membutuhkan pembinaan khusus.
Selain memperkuat basis data, tim pengembang juga menyiapkan penyempurnaan fitur pengaduan, pendaftaran, dan permohonan informasi. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta chatbot juga dipersiapkan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
"Dengan demikian, SIGAP tidak hanya menjadi perangkat kerja bagi Diskop UKM, tapi juga sebagai sumber informasi publik mengenai jumlah, lokasi, dan kondisi koperasi terkini," katanya.
Brida sebagai fasilitator inovasi di Kabupaten Kutim mendampingi setiap inovasi agar terarah. Ia juga memaparkan peran ini dalam giat pendampingan inovasi perangkat daerah di Brida Kalimantan Timur, digelar di Samarinda, Kamis (8/10).
"Brida Kutim bersama perangkat daerah penggagas dan tim ahli, terus mengawal penyempurnaan sistem agar inovasi tersebut memberikan manfaat berkelanjutan," katanya.
SIGAP Koperasi juga telah didaftarkan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional, sebagai salah satu upaya memperkenalkan inovasi pelayanan publik Kutim di tingkat lebih luas.
Ke depan, pengembangan aplikasi diarahkan pada integrasi dengan sistem informasi kementerian terkait. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah pembaruan data, pelaporan kondisi kelembagaan, serta penanganan koperasi yang tidak lagi beroperasi.
"Melalui penguatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Kutim berharap SIGAP Koperasi mampu meningkatkan efektivitas pembinaan sekaligus memperkuat tata kelola koperasi yang transparan, terukur, dan berkelanjutan," katanya.