NADIKABAR.COM — Produsen minyak herbal Kutus Kutus menerapkan seleksi ketat terhadap bahan baku dan menjaga konsistensi proses produksi untuk mempertahankan kualitas produk, mulai dari pemilihan rempah hingga tahap pengolahan.

Owner sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Kutus Kutus Fazli Hasniel Sugiharto, yang akrab disapa Arniel Sugiharto, mengatakan prinsip tersebut berawal dari kebiasaan almarhumah ibunya, Lilies Susanti Handayani, dalam memilih bahan herbal di pasar tradisional.

Sejak kecil, Arniel terbiasa mendampingi ibunya berbelanja rempah-rempah pada pagi hari. Dari kebiasaan itu, ia belajar mengenali kualitas bahan melalui warna, aroma, tekstur, serta kondisi fisik rempah.

"Dulu saya pikir pergi ke pasar itu hanya soal belanja. Baru setelah dewasa saya sadar, ibu saya sedang mengajari saya sesuatu yang jauh lebih penting: cara mengenali kualitas,” ujar Arniel dalam keterangannya di Denpasar, pekan ini.

Ia mengatakan ibunya selalu memeriksa bahan secara saksama sebelum memutuskan untuk membelinya. Menurut Arniel, pemilihan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas produk herbal. Karena itu, prinsip tersebut tetap diterapkan ketika produksi Kutus Kutus berkembang dalam skala yang lebih besar.

Arniel menjelaskan setiap bahan baku yang diterima harus melalui pemeriksaan untuk memastikan kondisi fisik, keutuhan rempah, warna, aroma, dan kadar air sesuai dengan karakteristik bahan yang digunakan. Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan tidak terdapat tanda-tanda jamur atau kerusakan.

"Kalau ada satu saja yang tidak lolos, kami tidak memaksakan. Bahan itu kami kembalikan atau kami sisihkan. Ini bukan soal terlalu teliti atau tidak. Ini soal tanggung jawab. Produk ini diminum orang, dioleskan ke tubuh orang. Tidak ada ruang untuk kompromi," katanya.