Dari sisi fundamental, CBDK tetap didukung basis aset yang kuat dengan total aset mencapai Rp22,4 triliun per 30 September 2026. Total ekuitas pun meningkat 12% menjadi Rp13,7 triliun dibandingkan akhir tahun lalu. Kemudian, net cash CBDK tercatat sebesar Rp3,4 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang solid dan fundamental yang kuat.

Direktur CBDK, Steven Kusumo mengapresiasi kinerja positif yang berhasil dibukukan Perseroan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. "Pencapaian CBDK sampai dengan September 2026 mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika industri yang masih belum sepenuhnya pulih," ujar Steven dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Steven menjelaskan CBDK memiliki land bank strategis seluas 691 hektare yang menjadi ruang bagi pengembangan berbagai proyek bernilai tambah di kawasan CBD PIK2. Selain itu, beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta pembangunan Hotel Hilton PIK2 turut memperkuat ekosistem kawasan.

Hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan 271 kamar tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2027. Kehadirannya diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).