Menurut Damar, Pegadaian juga terus melakukan transformasi untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bank Emas, serta aplikasi Tring!, harapannya mampu mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersama Pegadaian," kata Damar.
Salah satu fokus pengembangan bisnis Pegadaian adalah memperkuat ekosistem emas melalui layanan Bank Emas atau Bullion Services.
Pegadaian menawarkan sejumlah layanan dalam ekosistem tersebut, mulai dari Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.
Pengembangan bisnis ini turut didukung oleh infrastruktur yang dimiliki Pegadaian. Sebanyak 90% agunan gadai di Pegadaian disebut berupa emas. Selain itu, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas atau vault dengan standar keamanan internasional.
Damar menilai kondisi tersebut menjadi salah satu modal bagi Pegadaian untuk mengembangkan layanan Bank Emas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk berbasis emas.
"Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," kata Damar.
"Bersama Danantara (Daya Anagata Nusantara), kami optimis untuk mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia," kata Damar.