Dari sisi penyaluran kredit, lebih dari 86 persen pembiayaan Universal BPR diarahkan untuk kegiatan produktif, termasuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.

Menurut Reyhan, penyaluran kredit ke sektor produktif merupakan bagian dari upaya bank mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah neto atau non-performing loan (NPL) neto Universal BPR tercatat sebesar 1,89 persen pada akhir September 2026.

Perusahaan menyatakan tetap mengutamakan analisis kelayakan debitur, pemantauan kualitas portofolio, dan pengelolaan risiko dalam menyalurkan kredit.