NADIKABAR.COM — Film Beautiful Pain berangkat dari keinginan Nikita Mirzani, mengangkat kisah perempuan yang berjuang menentukan jalan hidupnya sendiri. Produser Hanung Bramantyo mengungkap, ide tersebut sudah muncul sejak empat tahun lalu, dengan sorotan pada perjuangan menjadi orang tua tunggal hingga keberanian keluar dari hubungan toxic.
Film yang disutradarai Dmaz Brodjonegoro itu, menjadi proyek Nikita sebagai executive producer sekaligus pemain. Namun, sejak awal, Nikita menegaskan tak ingin mengangkat kehidupan pribadinya, melainkan kisah perempuan dengan pengalaman serupa.
Hal itu diungkapkan Hanung, saat menghadiri gala premiere Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.
"Dia dari awal sudah bicara ke saya, 'Saya tidak mau membuat film tentang diri saya, tapi saya pengin bicara tentang perempuan yang mungkin nasibnya seperti saya.' Itu empat tahun yang lalu," kata Hanung.
Hanung mengaku sempat menganggap gagasan tersebut kontroversial. Ia kemudian, mencoba mengembangkan pemikiran Nikita mengenai perempuan yang memilih menjadi orang tua tunggal dan menjaga kesehatan mental demi anak-anaknya.
"Saya melakukan proses penulisan skenario, mencerna pemikiran Niki tentang jangan takut menjadi single parent," tuturnya.
Menurut Hanung, tema tersebut kala itu dianggap belum tentu menarik secara komersial. Namun, Nikita yakin kisah perempuan yang berani mengambil keputusan demi kehidupan lebih sehat memiliki penontonnya sendiri.
"Niki yakin ada orang yang akan menonton film ini, yaitu para perempuan yang kepingin menjadi dirinya sendiri, yang memilih menjadi sehat, menjaga kewarasan demi anak-anaknya dan lepas dari hubungan yang toxic," jelasnya.
Untuk mengembangkan ide tersebut, Hanung melibatkan penulis skenario Titien Wattimena. Naskahnya kemudian dikembangkan bersama Dmaz hingga menjadi film yang siap tayang di bioskop.
Hanung berharap pesan Beautiful Pain bisa menyentuh penonton, terutama perempuan yang memiliki pengalaman serupa.
"Semoga ini semuanya bisa sampai ke hati penonton, terutama para perempuan," tambahnya.
Sementara itu, Dmaz Brodjonegoro mengaku memiliki kedekatan emosional dengan cerita Beautiful Pain. Film ini menjadi debutnya, sebagai sutradara layar lebar sekaligus proyek yang berkaitan dengan masa lalunya sebagai anak yang dibesarkan oleh ibu tunggal.
"Aku sudah langsung merasa, ini akan jadi film pertamaku yang dikerjakan sepenuh hati karena berhubungan banget dengan masa laluku," ungkap Dmaz.
Ia berharap film tersebut tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang persoalan perempuan dan para ibu.
"Semoga film ini bisa menyentuh hati para ibu, para perempuan, bahkan laki-laki di luar sana," tuturnya.
Di sisi lain, Nikita Mirzani tidak dapat menghadiri gala premiere Beautiful Pain secara langsung. Ia diketahui tengah menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, terkait perkara hukum yang dihadapinya.
Selain Nikita, Beautiful Pain dibintangi Raihaanun, Baim Wong, Anantya Kirana, Tarra Budiman, Dimas Aditya, dan Siti Fauziah. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.