NADIKABAR.COM — Amazon mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan di divisi ritelnya. Pemangkasan terutama menyasar unit toko yang bertanggung jawab mengelola situs utama e-commerce perusahaan.

Mengutip Reuters, PHK ini berlangsung bertepatan dengan pesta diskon Amazon, yakni Prime Big Deal Days. Promo yang digelar pada Selasa hingga Rabu itu menawarkan berbagai diskon kepada pelanggan.

PHK kali ini menambah daftar pemangkasan karyawan Amazon dalam skala lebih kecil, setelah perusahaan memulai gelombang PHK besar-besaran terhadap 30.000 karyawan tahun lalu yang berlanjut hingga Januari.

Amazon sebelumnya juga dikabarkan telah memberhentikan kurang dari 1.000 pekerja kerah putih. Business Insider sebelumnya juga telah melaporkan PHK tersebut.

"Kami telah menyesuaikan beberapa bagian dari bisnis Toko kami karena kami yakin struktur ini akan memungkinkan kami untuk lebih baik dalam mewujudkan prioritas kami," kata seorang juru bicara Amazon dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Jumat (9/10/2026).

Reuters menerima sejumlah laporan dari karyawan terdampak PHK Amazon melalui saluran Slack internal perusahaan. Laporan tersebut menunjukkan pemangkasan terjadi di beberapa divisi dalam unit toko, termasuk layanan pelanggan dan layanan mitra penjualan.

PHK juga kemungkinan menyasar unit lain di Amazon. Karyawan di Amerika Serikat (AS), India, dan Inggris termasuk di antara mereka yang menerima surat PHK.

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, mengatakan PHK yang berkelanjutan diperlukan karena perusahaan melakukan perekrutan berlebihan selama pandemi.

"Orang-orang tinggal di rumah dan mereka memesan barang, dan itu adalah periode yang luar biasa dan penuh tekanan bagi kami," katanya saat ditanya ihwal PHK 30.000 karyawan beberapa waktu lalu.

"Seluruh tim bekerja sangat keras dan melakukan banyak hal, tetapi kami benar-benar menambah jumlah karyawan," pungkasnya.