"Setiap keputusan yang diambil merupakan konsekuensi dari sebuah pelanggaran. Saya berharap ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan semoga PTDH seperti ini menjadi yang terakhir di lingkungan Satuan Brimob Polda Sumut," ujarnya.
Dia menegaskan peristiwa tersebut tidak boleh dianggap hanya sebagai persoalan individu. Menurutnya, pemberhentian personel merupakan kehilangan bagi keluarga besar Polri, khususnya Satuan Brimob Polda Sumut.
"Jangan pernah menganggap ini hanya persoalan individu. Sesungguhnya kita kehilangan salah satu bagian dari keluarga besar Polri, khususnya Brimob Polda Sumut," tegasnya.
Rendra juga meminta seluruh jajaran menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan introspeksi. Dia meminta pengawasan internal dan kepedulian terhadap sesama personel ditingkatkan.