Bradley menjelaskan bahwa tim harus terus beradaptasi dengan perubahan zona waktu. Setelah balapan di Baku, yang memiliki selisih waktu tiga jam dari Inggris, tim melanjutkan perjalanan ke Malaysia dengan selisih tujuh jam, sebelum kembali ke Singapura.

"Bekerja dengan performa dan tingkat kewaspadaan yang tinggi harus dilakukan pada jam-jam gelap, yang tentu bertentangan dengan bioritme tubuh. Karena itu, penggunaan pencahayaan untuk mendukung aktivitas kami di kantor teknik maupun ruang kerja tim di lantai atas menjadi sangat penting," kata Bradley dalam diskusi yang dihadiri NadiKabar.

Mercedes-AMG Petronas F1 Team juga mengandalkan tim di markasnya di Inggris untuk mendukung persiapan balapan. Salah satu contohnya adalah penggunaan NatureConnect di ruang simulator tanpa jendela, tempat kru bekerja hingga larut malam untuk mengevaluasi pengaturan dan meningkatkan performa mobil.

"Di ruang simulator, kami menggunakan panel skylight NatureConnect untuk memberikan pengalaman yang lebih natural bagi para kru. Mereka benar-benar berada di ruangan gelap sepanjang malam, dari Jumat hingga Sabtu, untuk mengerjakan pengaturan dan berupaya meningkatkan performa mobil selama akhir pekan balapan," ujarnya.

Pengaturan pencahayaan dengan tingkat stimulasi melanopik yang tinggi membantu meningkatkan performa tim sekaligus menyediakan pencahayaan fungsional sesuai kebutuhan.