NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menawarkan sejumlah potensi investasi pada proyek hilirisasi komoditas pangan hingga energi kepada investor melalui gelaran Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan forum tersebut menjadi sarana guna memperkenalkan potensi ekonomi dan arah pembangunan Lampung kepada investor domestik maupun luar negeri.

β€œKebetulan potensi-potensi di Lampung adalah komoditas pangan, energi. Kita menjelaskan milestone-nya ada apa saja komoditas yang ada di Lampung,” kata Rahmat dalam acara LEIF 2026 di Jakarta, Rabu.

Ia juga memaparkan perkembangan hilirisasi yang sudah berjalan serta potensi komoditas yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut.

Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan masih mendominasi struktur ekonomi Lampung, dengan total nilai ekonomi mencapai Rp165,31 triliun pada 2025.

Dari jumlah tersebut, nilai yang berhasil dihilirisasi tercatat sebesar Rp72,31 triliun. Sementara itu, ada Rp89,99 triliun atau sekitar 54,4 persen yang masih belum tersentuh hilirisasi.

β€œJadi bagaimana kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten di Indonesia, dan seluruh stakeholder dalam memperkuat daya saing, guna menjadikan Lampung layak untuk investasi,” jelasnya.

Di samping pangan dan energi, Pemprov Lampung juga menawarkan sektor pariwisata kepada para investor.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah (Pemda) melakukan kurasi terhadap sejumlah proyek yang akan ditawarkan kepada investor.

Kurasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pemilik proyek dalam menyiapkan dokumen investasi yang lengkap.

β€œJadi, nanti dengan dokumen-dokumen yang lengkap, calon investor bisa menilai tingkat risiko, kelayakan dari investasi, proyek investasi yang ditawarkan kepada investor. Itu yang kami lakukan,” tuturnya.

BI juga bekerja sama dengan mitra strategis untuk memetakan minat investor. Dengan demikian, kegiatan business matching diharapkan dapat mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor yang sesuai.