NADIKABAR.COM — Di banyak kawasan kuliner, apalagi di Kota Bandung, jajan tak hanya menjadi aktivitas memilih makanan. Ada satu urusan lain yang biasanya mengikuti, mulai dari mencari tempat berhenti, menerima arahan tukang parkir, lalu menyiapkan uang ketika hendak meninggalkan lokasi.
Kondisi ini tak jarang memunculkan kedongkolan bagi banyak orang. Niat hati ingin mencari jajanan, terutama yang sedang viral di media sosial, pengunjung justru harus mengeluarkan uang tambahan demi membayar parkir kendaraan.
Namun, pemandangan tersebut seolah tak berlaku di sebuah kompleks perumahan bernama Bumi Panyileukan di Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. Di sepanjang Jalan Raya Panyileukan yang berada di area belakang kompleks, berderet pusat jajanan hingga toko waralaba kenamaan yang menyajikan aneka pilihan menggiurkan.
Konsep jajan di kawasan ini pun terasa begitu sederhana. Pengunjung bebas datang ke kedai mana saja, memesan makanan yang diinginkan, lalu pulang setelah jajanan itu selesai disajikan.
Di sinilah keunikannya. Tak ada tukang parkir yang menghampiri atau meminta uang ketika pengunjung hendak meninggalkan lokasi. Warga pun seolah benar-benar mendapatkan kemerdekaan; bebas jajan ke mana saja tanpa perlu khawatir dipungut uang parkir.
Keunikan berburu jajanan di kompleks Bumi Panyileukan ini pun sudah lama dirasakan salah seorang warga bernama Nisa (22). Mahasiswi yang kebetulan tinggal di indekos tak jauh dari sana ini mengaku kerap datang ke kawasan tersebut untuk mengobati perutnya yang keroncongan.
"Dari kosan ke sini kan lumayan kalau jalan kaki mah, a, jadinya nyaman pakai motor aja. Selama ini, enggak pernah ada tukang parkir, jadi mau ke mana aja ngerasa bebas gitu enggak takut ditagih uang buat parkir," katanya saat berbincang dengan NadiKabar belum lama ini.