Awalnya, Nisa merasa agak asing dengan kondisi di kompleks Bumi Panyileukan. Namun, setelah hampir tiga tahun menetap di sana, perempuan berkacamata ini mulai terbiasa dan begitu menikmatinya. Bahkan, suasana tersebut kini menjadi salah satu hal yang ia gemari.
Kompleks Bumi Panyileukan terletak di Jalan Soekarno-Hatta, yang jaraknya berdekatan dengan Polda Jawa Barat. Sementara untuk tiba di kawasan jajanan ini, warga hanya perlu mengarahkan kendaraan belok ke kiri setelah masuk dari gapura perumahan.
Perjalanan kemudian berlanjut melewati kampus Universitas Terbuka (UT) Bandung. Di ujung jalan, pengunjung tinggal berbelok ke kanan untuk tiba di kawasan yang menjadi pusat jajanan tersebut.
Begitu sampai, pilihan makanan pun beragam. Kedai nasi goreng mendominasi di tim redaksi warung aneka pecel ayam dan pecel lele. Sejumlah kedai kopi juga tersedia bagi warga yang ingin sekadar nongkrong sambil menikmati minuman.
Jika sedang malas menyantap hidangan berat, pilihan lain pun tersedia. Ada aneka jajanan seperti olahan makaroni, risoles, cakwe, hingga cireng yang bisa menjadi teman mengganjal perut.
Yang menarik, kedai jajanan di kawasan ini berdampingan dengan sejumlah waralaba kenamaan. Waralaba tersebut tak hanya menjual kebutuhan pokok rumah tangga, tetapi juga aneka olahan makanan hingga jajanan yang digemari anak-anak.
Karena suasana tersebut, Nisa mengaku betah tinggal di sekitar kompleks Bumi Panyileukan. Baginya, kemudahan mencari makanan tanpa harus memikirkan urusan parkir menjadi pengalaman yang jarang ditemui di kawasan lain di Kota Bandung.