Dalam sistem keuangan global, kekuatan ekonomi suatu negara tidak selalu berbanding lurus dengan pengaruhnya dalam menentukan persepsi investor.
Sebuah keputusan penyedia indeks dapat memengaruhi arah investasi, sekalipun keputusan tersebut bukan kebijakan pemerintah ataupun penilaian menyeluruh terhadap fundamental perekonomian nasional.
Oleh sebab itu, Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih matang daripada sekadar memenuhi persyaratan administratif.
Pembenahan domestik harus berjalan bersama kemampuan diplomasi ekonomi yang memahami kepentingan investor, mekanisme pasar, dan posisi tawar nasional.
Peneliti ekonomi Global Research on Economics, Advanced Technology and Politics (GREAT) Institute, Adhamaski Pangeran, menilai Indonesia perlu mengapresiasi MSCI. Pasalnya, lembaga tersebut turut memicu pembenahan persoalan struktural di pasar modal nasional, khususnya terkait transparansi kepemilikan saham dan tata kelola perdagangan.