NADIKABAR.COM — Leapmotor menghadirkan terobosan baru pada sistem kelistrikan kendaraan listrik (EV) berupa solusi kebutuhan terhadap baterai tambahan 12 volt yang selama ini masih menjadi bagian penting pada EV modern.

Arena EV pada Minggu (20/9) melaporkan bahwa teknologi tersebut diperkenalkan dalam ajang Tech Day 2026 di Huzhou, China, melalui sistem Cell-to-Chassis (CTC) 3.0 High-Low Fusion Battery yang menjadi bagian dari pengembangan arsitektur terbaru Leapmotor.

Selama ini, kendaraan listrik menggunakan baterai bertegangan tinggi untuk menggerakkan motor, tetapi, tetap membutuhkan baterai 12V untuk memasok listrik ke berbagai perangkat bertegangan rendah. Komponen seperti sensor, ECU, sistem infotainment, lampu, wiper, hingga sistem keselamatan kendaraan masih bergantung pada suplai tersebut.

Leapmotor mencoba mengubah konfigurasi itu melalui CTC 3.0. Sistem ini, nantinya akan mengintegrasikan kebutuhan listrik tegangan tinggi dan rendah ke dalam baterai yang sama dan terhubung langsung dengan struktur sasis kendaraan.

Perusahaan mengklaim kemampuan pengiriman daya untuk sistem tegangan rendah meningkat hingga tujuh kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.

Dengan pendekatan tersebut, Leapmotor menyebut baterai tambahan 12V dapat dihilangkan dan sistem kelistrikan kendaraan dapat bekerja menggunakan arsitektur baterai yang lebih terintegrasi.

Selain sistem kelistrikan, Leapmotor juga memperkenalkan LEAP 5.0 New Mobile Space Architecture yang akan digunakan pada kendaraan produksi mulai 2027.

Arsitektur itu mengintegrasikan sistem pemanas dan pendingin udara dengan sistem penggerak sehingga jumlah komponen dapat dikurangi hingga 18 persen dan jaringan pipa fluida dipangkas hingga 30 persen.

Efisiensi tersebut turut memperbesar ruang kabin. Leapmotor mengklaim panjang ruang kabin yang dapat digunakan meningkat 19 persen, sementara desain suspensi depan baru memberikan tambahan ruang kaki hingga 37,5 persen.