NADIKABAR.COM — Tentara Lebanon membantah tuduhan Israel soal kegagalan melucuti senjata Hizbullah dan membongkar infrastruktur militer di selatan Sungai Litani sebagaimana diwajibkan dalam perjanjian gencatan senjata pada November 2024.

Dalam sebuah pernyataan, Selasa (20/10), tentara Lebanon menuding Israel menyebarkan informasi yang menyesatkan untuk merusak kredibilitasnya di tengah berlangsungnya negosiasi.

Tentara Lebanon juga membantah klaim Israel yang meragukan kemampuannya untuk menjalankan misinya di Lebanon selatan, sambil menekankan bahwa operasi-operasinya telah didokumentasikan oleh komite yang mengawasi penghentian permusuhan.

Perselisihan tersebut berpusat pada sebuah fasilitas militer di Kota Kfarra, Distrik Bint Jbeil, di mana Israel menuduh tentara Lebanon gagal mencegah aktivitas Hizbullah.

Angkatan Darat Lebanon menyatakan unit-unitnya mulai bekerja di fasilitas tersebut pada Desember 2025, tetapi menghentikan sementara operasinya pada 16 Maret setelah ada ancaman Israel menyerang lokasi tersebut.

Lebanon menyatakan penangguhan tersebut diminta oleh komite pemantau, yang telah diberi tahu bahwa masih ada senjata dan amunisi di fasilitas tersebut. Israel kemudian menyerang fasilitas tersebut.