Angkatan Darat Lebanon juga menyatakan Israel berulang kali menghalangi upaya untuk melanjutkan operasi hingga pekerjaan dimulai kembali pada 15 Agustus melalui koordinasi dengan komite tersebut.
Fasilitas tersebut telah dikosongkan dan ditutup secara permanen pada 16 Oktober.
Selanjutnya, tentara Lebanon juga membantah rekaman Israel yang memperlihatkan Hizbullah sedang mengangkut senjata, dengan menyatakan bahwa rekaman tersebut diambil pada 3 Juli dekat Kota Seddikine tak lama setelah perjanjian kerangka kerja ditandatangani.
Mereka menyatakan bahwa tindakan mereka telah didokumentasikan sepenuhnya oleh komite pemantau.
Tentara Lebanon menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian yang ada, sekaligus menuduh Israel terus melakukan serangan dan pelanggaran.
Pada Selasa pagi (20/10), juru bicara militer Israel, Ella Waweya, menuding tentara Lebanon gagal membatasi aktivitas Hizbullah di selatan Sungai Litani.