NADIKABAR.COM β Lebih dari 3 juta buku dilaporkan hancur akibat serangan udara Israel terhadap perpustakaan serta lembaga keagamaan dan kebudayaan di Lebanon sejak Oktober 2023, kata Hadi Bekdash, pendiri sekaligus koordinator Jaringan Nasional untuk Perlindungan Perpustakaan, Arsip, dan Warisan Budaya di Lebanon, kepada RIA Novosti, Sabtu.
βAda laporan mengenai pembakaran lebih dari 700.000 buku milik penerbit Lebanon dan Arab, serta lebih dari 3 juta buku yang berasal dari rumah-rumah, perpustakaan, pusat keagamaan, koleksi keluarga, perpustakaan peneliti dan universitas, penerbit, lembaga kebudayaan, serta koleksi pribadi sejak 2023,β kata Bekdash.
Ia menambahkan, pada 2026 muncul informasi yang telah terkonfirmasi secara praktis mengenai kehancuran puluhan perpustakaan umum dan ratusan perpustakaan pribadi selama konflik dengan Israel.
Data tersebut belum mencerminkan keseluruhan skala kerugian karena Lebanon belum memiliki basis data nasional terpadu mengenai perpustakaan, arsip, dan koleksi buku yang hancur, kata koordinator tersebut.
Bekdash menambahkan bahwa besarnya kerusakan baru dapat dinilai secara menyeluruh setelah dilakukan inventarisasi secara nasional terhadap koleksi yang hilang dan rusak.
Saat ini, Lebanon tengah menjalankan kampanye nasional bertajuk βSejuta Buku untuk Lebanonβ yang bertujuan memulihkan perpustakaan yang hancur dan rusak.
Penerjemah: Primayanti