Selain itu, Seoul mendorong perundingan militer antar-Korea untuk mencegah bentrokan yang tidak disengaja dan membahas pembukaan kembali jalur komunikasi serta penyelarasan penanda MDL di sepanjang Zona Demiliterisasi (DMZ).
Persoalan garis perbatasan kembali mencuat setelah ledakan ranjau pada September 2026.
Saat perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada 1953, UNC dan Korea Utara memasang 1.292 penanda di sepanjang MDL untuk menunjukkan garis gencatan senjata.
Namun, sebagian besar penanda rusak atau hilang, sehingga kini hanya sekitar 200 penanda yang masih dapat dikenali.
Militer Korea Selatan menentukan MDL berdasarkan pemetaan yang ditetapkan Badan Intelijen Geospasial Nasional Amerika Serikat. Sementara itu, UNC menggunakan rangkaian koordinat berbeda berdasarkan proyek MDL yang dilakukan pada 2016.