“Tapi di luar yang 1 juta ton itu, kita harus pikirkan juga. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana stabilisasi harga di tingkat petani, termasuk di tingkat konsumen,” katanya.
Diketahui, penugasan SPHP beras yang sebelumnya sejumlah 828 ribu ton telah tuntas tersalurkan 100 persen pada 23 September 2026.
Karena itu, pemerintah memutuskan menambah alokasi SPHP beras menjadi 1 juta ton berdasarkan direktif Presiden Prabowo Subianto melalui surat Menteri Sekretaris Negara Nomor: B-176/M/S/KI.00/09/2026 tanggal 28 September 2026.
Awal Oktober ini, Bapanas telah menerbitkan penugasan tambahan untuk program SPHP beras kepada Perum Bulog sebanyak 74,18 ribu ton atau ekuivalen dengan 14,83 juta kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram (kg).
Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan menegaskan kondisi perberasan nasional saat ini dalam keadaan aman dan pemerintah terus menjaga kecukupan pasokan ke depan.
Hal tersebut antara lain terlihat dari pemantauan langsung kondisi pasokan dan perdagangan beras di Pasar Induk Beras Cipinang yang merupakan salah satu barometer penting perberasan, khususnya untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Pemerintah terus memantau perkembangan pasokan, stok, dan harga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Hermawan.