Ia mengatakan pemerintah tidak hanya fokus pada kecukupan stok secara nasional, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar dan pasokan tersedia secara merata sampai ke tingkat konsumen.
“Yang kita jaga bukan hanya berapa besar stok yang tersedia, tetapi bagaimana stok tersebut dapat bergerak dan sampai kepada masyarakat pada waktu, lokasi, jumlah, mutu, dan harga yang tepat,” katanya menjelaskan.
Menurut Hermawan, Bapanas bersama kementerian/lembaga, Perum Bulog, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta Satgas Pangan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas perberasan dari hulu hingga hilir.
Berbagai instrumen pemerintah, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, bantuan pangan, pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, Gerakan Pangan Murah, serta pemantauan harga dan pasokan secara berkala, terus dioptimalkan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan.
“Prinsipnya, pemerintah menjaga dua kepentingan secara seimbang. Petani harus memperoleh harga yang wajar dan memberikan insentif untuk terus berproduksi, sementara masyarakat juga harus memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Keseimbangan inilah yang terus kita jaga,” ujar Hermawan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga ketersediaan beras dan memperkuat berbagai instrumen stabilisasi agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan pangan.
“Ketersediaan beras kita jaga, distribusinya kita perkuat, dan harga terus kita pantau. Pemerintah akan terus hadir untuk menjaga kepentingan petani sekaligus melindungi daya beli masyarakat, sehingga stabilitas pangan nasional dapat terus terpelihara,” katanya.