NADIKABAR.COM — Legislator Komisi V DPR RI meninjau pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangka reses perorangan Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027.
“Kami ingin memastikan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik berjalan sesuai dengan perencanaan, mengingat proyek ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pada jalur Padang-Solok,” kata Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda di Padang, Kamis.
Ia mengatakan berbagai pihak di Sumbar memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat pembangunan flyover. Sejumlah kendala termasuk pembebasan lahan, sebelumnya menjadi tantangan dalam pelaksanaan proyek.
Proses pembangunan Flyover Sitinjau Lauik hingga 18 September 2026 mencapai 30,697 persen. Memiliki total 1,8 km pembangunan jalan baru dan 1 km untuk pekerjaan jembatan.
“Alhamdulillah, progresnya sudah berada di atas target yang ditetapkan. Memang sebelumnya terdapat beberapa kendala, mulai dari pembebasan lahan dan persoalan lainnya. Namun, alhamdulillah, semua itu dapat kita atasi bersama,” ujarnya.
Ia juga berharap pengadaan tanah tahap II segera terlaksana agar pembangunan berjalan lancar.
Ia menyebut pembangunan Flyover Sitinjau Lauik menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi yang tercatat di berbagai media antara Rp2,79 hingga Rp2,824 triliun.
Ia menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan selama pengerjaan berlangsung.