Selain progres pembangunan, ia menyoroti potensi gangguan terhadap pasokan air bersih masyarakat Kota Padang.

Ia meminta pelaksana proyek mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap sumber air baku, terutama menjelang musim hujan.

Sebagai pelaksana pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, PT Hutama Karya diminta memastikan proses konstruksi tidak mengganggu ketersediaan dan kualitas air bersih yang digunakan masyarakat Kota Padang.

PT Hutama Karya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang jasa konstruksi, pengembang, serta penyedia jasa jalan tol.

“Kita sudah cukup direpotkan dengan persoalan pembebasan lahan. Jangan sampai persoalan pasokan air bersih juga menimbulkan masalah yang lebih besar,” kata dia.

Ia meminta PT Hutama Karya memperhatikan metode pengerjaan di sepanjang sungai dan mengingatkan agar aktivitas konstruksi tidak mencemari aliran air yang dimanfaatkan masyarakat.

Menurut dia, antisipasi tidak cukup hanya dilakukan pada instalasi pengolahan air atau titik pengambilan air baku (intake). Pelaksana proyek juga perlu memperhatikan kondisi sungai sebelum air mencapai titik tersebut.

Ia meminta tim teknis mengkaji langkah pencegahan yang sesuai, termasuk metode pengerjaan di sekitar sungai dan kebutuhan perlindungan sumber air baku.