Ia menjelaskan petani kini lebih siap melakukan berbagai kegiatan produksi seperti membajak sawah, membeli benih, dan menyediakan pupuk untuk mendukung kegiatan budidaya.

Menurutnya, ketersediaan alat panen dan berbagai sarana pendukung pertanian turut memperkuat kemampuan petani meningkatkan produksi serta menjaga keberlanjutan usaha pertanian nasional.

"Sekarang sumringah petani. Nggak usah disuruh, begitu dia lihat, dapat informasi air akan masuk (ke ladang), tanpa disuruh dia langsung bergerak, bergerak membajak sawahnya, kemudian beli benih, beli pupuk," katanya.

Ia menegaskan penguatan cadangan pangan menunjukkan pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan tata kelola hasil pertanian secara menyeluruh.

Ia berharap, peningkatan produksi, kepastian harga, penyerapan hasil panen, dan penguatan cadangan pangan terus dijaga demi mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Perum Bulog telah menyerap 4,11 juta ton beras petani hingga awal Oktober 2026 dan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton.

"Bulog diperintahkan menyerap gabah setara beras 4 juta ton pada 2026," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Jumat (9/10).

Data hingga 8 Oktober 2026, Bulog telah telah merealisasikan penyerapan beras milik petani sebanyak 4,11 juta ton atau setara 102 persen dari target.