Dia mengharapkan peserta pelatihan dapat mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha mandiri, seperti membuka kedai kopi maupun usaha pastry di berbagai wilayah Banyumas.
"Harapan kami, dari kelompok-kelompok ini akan lahir kader-kader atau pengusaha yang sukses dan mampu menjawab tantangan serta kebutuhan pasar," kata Erma.
Salah seorang peserta pelatihan pengolahan kopi, Nisfi Ramdhani mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan mengenai pengolahan kopi secara menyeluruh, mulai dari memilih biji kopi, mengenali kualitas dan tingkat pemanggangan atau roasting, hingga meracik minuman.
Menurut dia, peserta juga mendapatkan resep dan komposisi sejumlah minuman, seperti latte dan cappuccino, yang dapat menjadi bekal untuk merintis usaha kedai kopi.
Dia mengaku memperoleh pengalaman baru karena teknik penyajian kopi, termasuk menghasilkan busa susu atau milk steaming dan membuat latte art, membutuhkan keterampilan khusus.
Sementara itu, peserta pelatihan pembuatan pastry, Yunita Rizka Damayuti mengatakan kegiatan tersebut bermanfaat untuk menambah pengalaman dan keterampilan, terutama bagi masyarakat yang ingin merintis usaha makanan.