Dia mengaku sebelumnya pernah membuat roti untuk konsumsi keluarga, terutama saat Lebaran, tetapi belum memiliki keterampilan yang cukup untuk mengembangkan produk pastry sebagai peluang usaha.

Menurut dia, produk pastry memiliki prospek karena banyak anak muda yang gemar mengunjungi kedai kopi dan biasanya mencari makanan pendamping, seperti croissant.

"Anak-anak zaman sekarang suka nongkrong sambil minum kopi. Biasanya selain kopi, mereka juga mencari pastry atau kue, salah satunya croissant. Karena itu, ketika ada informasi pelatihan ini, saya sangat tertarik," katanya.

Rizka mengharapkan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk merintis usaha sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Selain pelatihan pembuatan pastry dan pengolahan kopi, Kemenperin bersama Komisi VII DPR RI juga memberikan pelatihan bengkel sepeda motor dan pengelasan bagi warga Kabupaten Banyumas.