NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan literasi kebudayaan bukan sekadar pengetahuan tentang seni dan tradisi, melainkan fondasi moral bagi generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hilangnya kesenian, melainkan terputusnya keterhubungan generasi muda dengan akar budayanya sendiri.
"Ketika kita bicara tentang kesenian lokal, sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana kita menjaga warisan, dan lebih dari itu adalah upaya merawat kesadaran kebangsaan," ujar Lestari, Senin (5/10/2026).
Dia berpendapat demokrasi tidak akan berdiri kokoh tanpa akar budaya yang kuat. Untuk itu, dia mengingatkan demokrasi kerap dipersempit menjadi sekadar kontestasi politik, padahal membutuhkan fondasi yang lebih dalam, seperti warga yang menghormati sesama, menghargai perbedaan, serta memiliki rasa terhadap budaya dan bangsanya.
"Data Kementerian Kebudayaan menunjukkan, Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tahun 2025 mencapai 59,98, melampaui target sebesar 58,39. Kenaikan tertinggi terjadi pada dimensi ketahanan sosial budaya yang mencapai 75,71," jelasnya.