"Tidak kalah penting, digitalisasi dan media sosial perlu dioptimalkan sebagai sarana edukasi budaya," ungkapnya.

Dia menegaskan pemanfaatan ruang digital harus disertai dengan literasi kritis agar generasi muda tidak terjebak pada konten yang tidak akurat.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman," pungkasnya.