"Angka itu bukan sekadar statistik. Mereka adalah guru-guru yang setiap hari berdiri di depan kelas, tetapi belum mendapatkan pengakuan profesional dan akses pengembangan yang setara," kata Rerie.
Pemerintah telah mencatat capaian signifikan pada 2025 dengan lebih dari 800 ribu guru menyelesaikan proses sertifikasi melalui Pendidikan Profesi Guru. Namun, Rerie mengingatkan bahwa percepatan sertifikasi harus disertai jaminan bahwa tidak ada guru yang tertinggal, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil dan berstatus non-ASN.
Menurut Rerie, sistem pendidikan yang mumpuni hanya dapat terwujud jika kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran terus ditingkatkan. Rerie menyoroti pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA) yang ditargetkan menjangkau lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan pada 2026.
"Guru hebat bukan hanya yang menguasai materi, tetapi yang mampu membekali murid dengan kemampuan berpikir kritis dan beradaptasi. Peta jalan peningkatan kapasitas harus memastikan setiap guru memiliki akses setara terhadap pelatihan bermutu, tanpa terkendala status kepegawaian atau lokasi geografis," tegas Rerie.