Dia menilai temuan tersebut mencerminkan persoalan mendasar dalam ekosistem pendidikan. TKA dirancang bukan sebagai ajang kompetisi yang menakutkan, melainkan sebagai instrumen pemetaan mutu untuk perbaikan pembelajaran.

Ketika integritas pelaksanaannya terciderai, data yang dihasilkan justru dapat menyesatkan arah kebijakan. Dampaknya tidak berhenti pada satu angkatan, tetapi juga memengaruhi kualitas intervensi pendidikan di seluruh daerah.

Dia mengatakan, pihak yang paling dirugikan adalah peserta yang mengerjakan ujian dengan jujur.

"Mereka yang percaya pada proses justru berisiko tersalip oleh mereka yang mengambil jalan pintas. Ini persoalan keadilan, bukan sekadar ketertiban administrasi," ujarnya.

Oleh karena itu, Lestari mendorong sejumlah langkah pencegahan strategis. Salah satunya melalui penguatan kapasitas dan integritas sumber daya manusia di lapangan.

Menurutnya, pelatihan bagi petugas, teknisi, dan pengawas tidak cukup hanya menjelaskan prosedur, tetapi juga harus menanamkan pemahaman mengenai konsekuensi etis dan hukum dari setiap pelanggaran. Dia menilai banyak insiden terjadi karena petugas tidak memahami batas tugas dan tanggung jawabnya.