Di bidang pendidikan, Rerie mendorong sekolah, perguruan tinggi, museum, dan komunitas untuk memperluas ruang belajar bersama para pembatik. Selain itu, Rerie juga mendorong dukungan berkesinambungan bagi usaha batik. Dukungan ini dilakukan melalui akses pembiayaan, pendampingan desain dan pemasaran, serta pembelian yang memberi harga wajar kepada perajin.

Sementara itu, dukungan teknologi juga diperlukan untuk menjamin keselamatan kerja, efisiensi penggunaan air, dan pengolahan limbah agar pengembangan industri berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan.

Menurut Rerie, kemajuan pelestarian harus diukur dari hasil yang konkret, seperti bertambahnya pembatik muda, membaiknya pendapatan perajin, keberlanjutan usaha, dan terjaganya pengetahuan budaya di setiap sentra batik.

"Hari Batik seharusnya mengingatkan kita bahwa di balik setiap kain ada manusia, keterampilan, dan ingatan budaya. Kebanggaan kita akan bermakna ketika para perajinnya sejahtera dan generasi berikutnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan warisan tersebut," pungkas Rerie.