NADIKABAR.COM — Eks judoka nasional, Sadik Algadri, merilis buku soal buah pikiran untuk kemajuan olahraga di Indonesia. Sampai saat ini, olahraga di tanah air masih terkendala masalah yang selalu sama.
Sebuah buku berjudul 'Membangun Otot di Negeri Kertas' ditulis oleh Sadik. Buku itu dirilis pada Agustus 2026. Fragmentasi kebijakan publik di Indonesia, lemahnya tata kelola dan regulasi organisasi-organisasi olahraga, ilusi dalam politik anggaran serta infrastruktur kompetisi, hingga penerapan sport science dan pengembangan sumber daya manusia menjadi isinya.
Acara bedah buku itu digelar di Gedung Serbaguna, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Hadir dalam acara itu Rocky Gerung, wartawan senior olahraga Asro Kamal Rokan, serta Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Yunyun Yudiana.
Sadik mengungkap proses penulisan buku memakan waktu lima sampai enam bulan. Peraturan yang dikeluarkan pemangku kebijakan sebelum pelantikan Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, pada 20 Oktober 2024 menjadi pemicunya. Meski tak menyebut secara spesifik aturannya, Sadik khawatir akan membahayakan olahraga secara keseluruhan.
"Jadi, perlu diketahui bahwa olahraga prestasi memiliki semacam garis besar atau undang-undang sendiri yang disebut Olympic Charter. Di dalamnya, secara garis besar, diatur bahwa jika pemerintah ikut campur dalam politik olahraga, apalagi sampai mengatur proses olahraga, ada konsekuensi tertentu, termasuk kemungkinan mendapatkan sanksi," kata Sadik dalam rilis yang diterima NadiKabar.