Sadik berharap buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas' tidak berhenti sebagai karya yang mengkritisi persoalan olahraga. Ia ingin buku tersebut mendorong perubahan sekaligus membuka keberanian untuk mengakui berbagai persoalan yang masih terjadi.
"Ya, seperti yang saya sampaikan tadi, harapan besarnya adalah adanya perubahan. Kita harus berani menyatakan dan berani mengakui," kata Sadik.
"Pertama, kalau kita mau marah, kita harus mengakui terlebih dahulu bahwa ada kesalahan. Setelah mengakui, baru kita berani menyatakan, 'Ya, ini kita salah.'"
"Setelah itu, kita maju. Kita bisa berubah. That's it. Berpikirnya harus jernih, tetapi mengerjakannya belum tentu mudah," kata pria yang masuk dalam jajaran pengurus KONI Pusat itu.