Perusahaan sebelumnya telah mulai mengembangkan sel baterai sendiri sejak 2020, mencakup sel 5C, paket baterai, hingga sistem manajemen baterai atau BMS.

Baterai hasil pengembangan internal tersebut sudah digunakan pada sejumlah model, termasuk Li L6, Li L8, dan Li i8, sebelum secara bertahap diperluas ke lini kendaraan lainnya.

Bagi Li Auto, baterai solid-state bukan sekadar pengembangan teknologi baru. Perusahaan perlu menemukan keseimbangan antara daya tahan, kecepatan pengisian dan biaya sebelum teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas.

Langkah Li Auto ini juga menunjukkan bahwa produsen kendaraan listrik China, mulai mempersiapkan transisi dari baterai lithium-ion yang saat ini dominan menuju teknologi solid-state, meski jalan menuju produksi massal masih panjang.