NADIKABAR.COM β Atlet para atletik Indonesia Lia Priyanti menyebutkan medali perak yang ia raih pada nomor lempar cakram putri klasifikasi F43/F44/F62/F64 pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di luar dari perkiraan tim.
"(Medali pertak ini) Di luar prediksi, sih. Karena sebelumnya kan, apa, fokus kami di tolak peluru, tapi alhamdulillah di lempar cakram bisa dapat," kata Lia Priyanti saat ditemui di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang, Selasa.
Lia mengamankan medali perak setelah membukukan lemparan sejauh 30,41 meter. Lemparan terbaiknya itu didapat pada percobaan pertama.
Hasil tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Lia yang mampu memaksimalkan kesempatan sejak awal pertandingan. Lemparan pada percobaan pertama menjadi catatan terbaiknya dalam kompetisi yang mempertemukan sejumlah atlet dari berbagai negara Asia tersebut.
Lia mengungguli lawan-lawan dari Uzbekistan, Iran, Mongolia, maupun Vietnam. Sedangkan medali emas diraih wakil China Jia Wei yang mencatat lemparan sejauh 31,92 meter.
Persaingan pada nomor lempar cakram putri berlangsung ketat, dengan setiap atlet berusaha menghasilkan jarak lemparan terbaik untuk mengamankan posisi di klasemen akhir.
Dalam situasi tersebut, Lia mampu mempertahankan posisinya di urutan kedua dan membawa pulang medali perak untuk Indonesia. Ia mengatakan bahwa medali perak yang diraihnya merupakan hasil yang mengejutkan karena di luar proyeksi sebelumnya.
Atlet berusia 30 tahun itu justru menjalani persiapan yang lebih intensif untuk bersaing pada nomor tolak peluru yang dijadwalkan bergulir pada Kamis (22/10).
"Tapi apa pun persiapan saya ketika sudah memasuki pertandingan, saya tetap akan berusaha semaksimal mungkin," katanya.
Lia mengaku merasa sangat puas dengan medali perak tersebut. Baginya, medali itu menjadi pencapaian penting untuk menambah motivasi menghadapi pertandingan selanjutnya pada nomor tolak peluru putri.
Raihan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan positif bagi Lia untuk menjaga kepercayaan diri menjelang pertandingan berikutnya.
"Medali ini bermakna banget. Saya bersyukur banget bisa sampai di titik ini," katanya.
Hingga hari kedua turnamen, cabang para atletik mempersembahkan satu emas bagi Kontingen Indonesia melalui I Kadek Dwi Purwana Yasa yang memenangkan final nomor lempar cakram putra F57.