Kombinasi air terjun, goa, alam pegunungan dan cerita lokal membuat Coban Goa Jalmo memiliki karakter tersendiri sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Desa Wisata Coban Goa Jalmo juga tercatat sebagai salah satu desa wisata yang masuk 500 Besar ADWI 2024.
Desa Wisata Edelweiss Wonokitri berada di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Desa ini memiliki daya tarik yang cukup unik karena menjadikan bunga edelweiss sebagai salah satu daya tarik wisata utamanya.
Bunga edelweiss merupakan tanaman yang dilindungi. Namun, kelompok pengelola di Wonokitri memperoleh izin untuk melakukan budidaya. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan konservasi, tetapi juga erat dengan kehidupan budaya masyarakat Suku Tengger.
Bagi masyarakat Wonokitri, edelweiss merupakan bunga sakral yang digunakan dalam sejumlah upacara adat. Wisatawan yang berkunjung dapat mengenal budidaya edelweiss sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian tanaman tersebut.
Selain edukasi, wisatawan juga dapat menikmati panorama alam khas kawasan pegunungan Tengger. Desa Wisata Edelweiss Wonokitri tercatat masuk 75 Besar ADWI pada tahun 2023.
Desa Wisata Jatiarjo berada di Kecamatan Prigen dan terletak di kaki Gunung Arjuno dengan ketinggian sekitar 665 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut membuat desa memiliki udara sejuk dan panorama alam yang asri.
Jatiarjo dikenal dengan konsep Kampung Kopi yang menawarkan pengalaman dan edukasi mengenai kopi khas lereng Arjuno. Selain wisata kopi, terdapat sejumlah daya tarik lain seperti Jendela Langit, Puthuk Elang, jeep tracking, camping ground, sirkuit motor trail dan jalur adventure.
Hasil perkebunan kopi juga menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Kopi Jatiarjo dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman wisata yang dapat dikenalkan kepada pengunjung.
Desa ini juga memiliki kedekatan dengan Taman Safari Prigen yang menjadi salah satu destinasi wisata besar di kawasan tersebut. Desa Wisata Jatiarjo tercatat masuk 300 Besar ADWI 2024.
Desa Wisata Kalipucang berada di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, di kawasan lereng pegunungan. Suasana sejuk langsung terasa ketika memasuki wilayah desa yang dikelilingi perkebunan.
Berbagai tanaman tumbuh di perkebunan warga, mulai dari kopi, cengkih dan sengon hingga pisang dan rumput gajah. Bunga krisan juga dibudidayakan di rumah hijau atau greenhouse.
Peternakan sapi perah menjadi salah satu aktivitas utama masyarakat. Sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut sehingga kehidupan desa sangat erat dengan komoditas susu.
Kopi, cengkih dan sapi perah juga tidak dapat dilepaskan dari sejarah kawasan. Pada masa kolonial Belanda, sapi perah dan sejumlah tanaman perkebunan diperkenalkan di wilayah tersebut.
Kalipucang juga memiliki kawasan hutan. Pengalaman kerusakan hutan pada masa lalu mendorong masyarakat untuk ikut menjaga dan menghijaukan kembali kawasan tersebut. Perpaduan perkebunan, peternakan, lingkungan dan kehidupan masyarakat menjadi potensi utama Desa Wisata Kalipucang.
Desa Wisata Kampung Banyumili berada di Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil. Lokasinya cukup strategis karena berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Pasuruan serta akses keluar-masuk Tol Bangil.
Salah satu daya tarik utama Banyumili adalah aliran sungai dan Dam Bekacak yang dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis masyarakat. Pengunjung dapat menikmati aktivitas river tubing di aliran sungai Kedung Larangan.
Selain wisata alam, Banyumili juga memiliki daya tarik wisata religi dan sejarah melalui sosok Pak Sakera, tokoh yang dikenal masyarakat Bangil sebagai pejuang yang membela kaum kecil pada masa penjajahan Belanda.
Potensi pertanian juga dikembangkan melalui wisata edukasi, terutama ketika memasuki masa panen mangga dan alpukat. Salah satu waktu yang direkomendasikan untuk menikmati aktivitas petik buah adalah sekitar Agustus hingga Desember. Desa Wisata Kampung Banyumili tercatat masuk 300 Besar ADWI 2024.
Desa Wisata Kertosari berada di Kecamatan Purwosari dan menjadi salah satu desa penyangga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Letaknya berada di jalur nasional Surabaya-Malang dan berdekatan dengan Kebun Raya Purwodadi sehingga relatif mudah dijangkau.
Sebagian besar wilayah Kertosari merupakan lahan pertanian yang tersebar di enam dusun. Lanskap pertanian, hutan lindung dan kawasan sekitar Gunung Baung menjadi bagian dari daya tarik alam desa.