Berbagai destinasi dapat ditemukan di Kertosari, seperti Kampung Buah Tin, Randuwana, Air Terjun Gunung Baung, Win Agro, Embung Gusar, Kampung Tarzan dan Baung Canyon.

Kampung Buah Tin dan aktivitas arung jeram di aliran Sungai Welang menjadi salah satu daya tarik unggulan. Wisatawan juga dapat mengikuti edukasi batik dengan pewarna alami, tanaman organik, budidaya buah tin hingga pendidikan lingkungan.

Hal menarik lainnya adalah konsep wisata berkelanjutan yang diterapkan dalam paket wisata. Sejumlah kegiatan wisata diintegrasikan dengan aktivitas penanaman bibit pohon dan konservasi lingkungan.

Konsep tersebut turut mengantarkan Desa Wisata Kertosari meraih penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award atau ISTA kategori Pelestarian Lingkungan pada 2019. Desa Wisata Kertosari juga tercatat masuk 300 Besar ADWI 2024.

Desa Wisata Lembah Gunung Tumpeng berada di Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Desa ini merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan ketinggian sekitar 700 hingga 800 meter di atas permukaan laut.

Gerbo memiliki bentang alam yang didominasi persawahan terasering dan perkebunan. Pemandangan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena memperlihatkan lanskap pertanian di lereng pegunungan.

Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, pekebun dan peternak sapi perah. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari kehidupan dan potensi wisata desa. Kehidupan masyarakat Gerbo juga masih lekat dengan berbagai kesenian tradisional.

Beberapa kesenian yang masih digelar dalam kegiatan desa tim redaksi lain pencak silat, jaranan Senterewe, terbang rodat dan bantengan. Kearifan lokal dalam pertanian juga masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat meskipun teknologi pertanian modern telah berkembang.

Desa Wisata Pleret berada di Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Salah satu daya tarik utamanya adalah Dam Pleret 1904. Bendungan tersebut merupakan warisan cagar budaya peninggalan masa Belanda yang pada awalnya dibangun sebagai bagian dari sistem irigasi.

Seiring waktu, masyarakat melakukan upaya konservasi untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar daerah aliran sungai. Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata oleh masyarakat setempat.

Lokasi Desa Pleret juga cukup strategis karena berbatasan dengan Kota Pasuruan. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Pasuruan sehingga dapat menjadi salah satu pilihan wisata yang mudah dijangkau. Desa Wisata Pleret tercatat masuk 500 Besar ADWI 2023.

Desa Wisata Tambaksari berada di Kecamatan Purwodadi dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Desa ini merupakan salah satu desa penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan berada di jalur nasional Surabaya-Malang.

Tambaksari memiliki lanskap pertanian dan perkebunan serta panorama Gunung Arjuno. Kawasan ini juga dikenal memiliki sejumlah situs purbakala dan potensi alam yang beragam.

Beberapa daya tarik yang dapat ditemukan tim redaksi lain pendakian Gunung Arjuno, Kampung Alpukat, Sungai Bawah Tanah Sumur Gemuling, Air Terjun Gumandar, Situs Purbakala Bathara Guru, Meteor Garden, Goa Onto Bugo, Puncak Petung Ombo dan Putuk Lesung.

Desa ini juga memiliki potensi wisata edukasi, seperti edukasi budidaya alpukat, peternakan serta pengelolaan kopi dari hulu hingga hilir. Dari sisi budaya, masyarakat masih mempertahankan berbagai tradisi dan kesenian seperti Ruwatan, Jamasan Gongso, Sedekah Bumi, jaranan, campursari, seni tari dan albanjari.

Salah satu konsep yang dikembangkan dalam paket wisata Tambaksari adalah kegiatan penanaman bibit pohon di lereng Gunung Arjuno. Desa Wisata Tambaksari tercatat masuk 300 Besar ADWI 2023.

Desa Wisata Tosari Sanja Desa berada di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dan merupakan salah satu desa penyangga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Desa Wisata Tosari memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Suku Tengger, khususnya pusat perekonomian Tengger Brang Kulon di wilayah Pasuruan. Desa ini memiliki berbagai potensi wisata alam dan kebudayaan yang belum banyak dikenal wisatawan.

Karena itu, pengelola mengajak wisatawan yang berkunjung ke Bromo untuk tidak hanya berhenti di kawasan Bromo, tetapi mampir dan mengenal kehidupan masyarakat Tengger di Tosari. Konsep tersebut dirangkum melalui semangat "Sanja Desa", yaitu ajakan untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat kehidupan desa.

Dengan potensi alam, budaya dan kehidupan masyarakat Tengger, Tosari menjadi salah satu desa wisata yang dapat menjadi bagian dari perjalanan wisata menuju kawasan Bromo. Desa Wisata Tosari Sanja Desa tercatat masuk 300 Besar ADWI 2024.