Mengutip data medis Palestina, Fahmy menyebut jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 74.000 orang, termasuk lebih dari 21.000 anak-anak.
Dia menambahkan jumlah perempuan yang tewas atau terluka telah melampaui 35.000 orang sejak Oktober 2023.
Fahmy pun memperingatkan bahwa keterbatasan akses terhadap air, makanan, dan obat-obatan; menyusutnya zona aman, serta pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan dan bahan-bahan rekonstruksi semakin memperparah krisis kemanusiaan.
Dia menyerukan agar semua pihak memastikan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan serta menjamin pasokan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar. Jaringan air dan sanitasi juga harus dipulihkan, serta layanan-layanan penting harus kembali beroperasi.
Pemulihan dan rekonstruksi tidak dapat tercapai tanpa menyediakan landasan bagi kehidupan yang bermartabat bagi penduduk.