NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melantik lima pejabat eselon II atau pimpinan tinggi pratama setelah menjalani rangkaian seleksi pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pengisian jabatan dilakukan melalui seleksi dan penilaian terhadap kemampuan masing-masing aparatur sipil negara (ASN).
“Pemerintah Kabupaten Bogor tentunya semangat transparansi terus kita junjung tinggi,” kata Rudy seusai pelantikan pejabat di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis.
Lima pejabat yang dilantik yakni Agung Surachman Ali sebagai Asisten Administrasi Umum, Trian Turangga sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta Achmad Wildan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Selanjutnya, Titi Sugiarti dilantik sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Gantara Lenggana sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan.
Rudy menjelaskan proses seleksi melibatkan tim akademisi dari perguruan tinggi. Wawancara peserta juga melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Bogor, praktisi, dan akademisi.
Hasil penilaian dari seluruh tahapan tersebut kemudian digabungkan sebagai dasar menentukan ASN yang dinilai memiliki kemampuan untuk menduduki jabatan tertentu.
Setelah seleksi selesai, Pemkab Bogor menempuh tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk meminta persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum pelantikan.
“Setelah kita menentukan siapa dari hasil seleksi tersebut, tentunya ketentuan peraturan perundang-undangan kami tempuh. Salah satunya adalah kami meminta persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara,” ujarnya.
Selain lima pejabat pimpinan tinggi pratama, Pemkab Bogor melantik puluhan pejabat pada sejumlah perangkat daerah dan kecamatan.
Dokumen keputusan Bupati Bogor mencatat empat camat baru, yakni Andri Rahman sebagai Camat Sukamakmur, Gogo Badarudin sebagai Camat Jonggol, Denny Kuswara sebagai Camat Ciawi, dan Rizky Widyanto sebagai Camat Leuwiliang.
Pelantikan juga mencakup pejabat hasil seleksi terbuka pada Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Sebanyak 10 pejabat tercatat dalam keputusan tersebut, mulai dari sekretaris dinas, kepala bidang, kepala subbagian, hingga pejabat unit pelaksana teknis.
Rudy mengatakan masih terdapat tiga jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong. Pengisian jabatan tersebut saat ini berproses melalui asesmen maupun seleksi terbuka.
Ia mencontohkan jabatan Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang yang belum terisi karena proses pengisian masih harus melalui sejumlah tahapan dan perizinan sesuai ketentuan.
“Kalau hanya sekadar melantik, kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. Ketentuan peraturan perundang-undangannya harus kami tempuh,” kata Rudy.
Rudy berharap mekanisme seleksi memberikan kesempatan kepada seluruh ASN Pemkab Bogor, baik yang bertugas di perangkat daerah, kecamatan maupun kelurahan, untuk menunjukkan kemampuan, ide, dan gagasan.
Ia mengatakan sebagian besar pejabat yang dilantik tidak memiliki kedekatan pribadi dengannya maupun jajaran pimpinan Pemkab Bogor.
“Sebanyak 98 persen itu tidak kenal secara pribadi. Tapi kita melihat orang-orang ini punya kemampuan, punya potensi,” ujar Rudy.