NADIKABAR.COM — Musim reguler NBA 2026/2027 resmi dibuka pada Selasa (20/10) waktu Amerika Serikat dengan menyajikan tiga laga pembuka: Boston Celtics bertandang ke markas Detroit Pistons, Philadelphia 76ers menantang New York Knicks, serta Oklahoma City Thunder bertamu ke kandang San Antonio Spurs.
Lima tim tersebut paling dijagokan juara pada musim NBA 2026/2027 turun pada malam yang sama, termasuk Knicks yang akan mengerek panji juara perdana mereka sejak 1973 di Madison Square Garden.
Sejumlah analis menempatkan lima tim di urutan teratas kandidat juara. Thunder dan Spurs berada setara di puncak, disusul 76ers, Knicks, serta Celtics. Urutan ini lazim dibaca sebagai power rankings. Namun, daftar tersebut sebenarnya lebih menarik bila dibaca sebagai peta alur waktu (timeline).
Setiap tim berada di fase berbeda dalam jendela juara (championship window) mereka. Ada yang baru saja terbuka, ada yang tengah mencapai puncak, dan ada pula yang mulai menyempit. Posisi inilah yang bakal menentukan pendekatan mereka dalam mengarungi 82 pertandingan ke depan.
San Antonio memegang jendela juara paling lebar. Spurs menutup musim lalu dengan rekor 62–20 (62 menang, 20 kalah) dan menyingkirkan juara bertahan Thunder dalam tujuh gim di Final Wilayah Barat, sebelum akhirnya menyerah lima gim dari Knicks di Final NBA 2026.
Hampir seluruh pilar utama mereka di babak playoff dipertahankan musim ini. Bintang muda Victor Wembanyama baru saja menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun senilai 252 juta dolar AS. Wemby sebenarnya bisa saja mengajukan kontrak supermax di atas 300 juta dolar AS, tetapi ia memilih nilai yang lebih rendah agar klub memiliki ruang finansial (cap space) untuk membangun skuad yang solid tanpa terbentur batasan gaji (salary cap).
Keputusan tersebut memberi Spurs sesuatu yang jarang dimiliki pesaingnya: kesabaran. Persiapan pramusim mereka memang sempat terganggu cedera, mulai dari Tobias Harris yang absen akibat cedera betis kiri hingga De'Aaron Fox yang melewatkan dua laga awal lantaran kaku pinggul.
Namun, tim ini tidak sedang dikejar tenggat. Pekerjaan rumah Spurs lebih bersifat internal. yakni memperbaiki eksekusi pada menit-menit krusial yang menjadi sumber kekalahan mereka di partai final, sambil memberi ruang berkembang bagi Stephon Castle dan Dylan Harper.
Di sisi lain, Oklahoma City Thunder menghadapi hitungan waktu yang jauh lebih ketat. Thunder melepas Luguentz Dort, Isaiah Joe, dan Aaron Wiggins demi menekan beban gaji. Lonjakan gaji Shai Gilgeous-Alexander pada musim 2027/2028 berpotensi memaksa Thunder melepas para pemain pendukung, bahkan mempertimbangkan opsi merelakan Jalen Williams atau Chet Holmgren demi mematuhi aturan pembatasan gaji (apron/salary cap).
Situasi ini menjadikan musim 2026/2027 sebagai ujian penting bagi trio andalan Thunder. Manajer Umum Sam Presti optimistis skuad saat ini memiliki peluang menjuarai liga sama besarnya seperti saat mereka bertahta pada 2025. Di saat yang sama, Gilgeous-Alexander mengusung misi pribadi mengejar gelar MVP ketiga secara beruntun, capaian langka yang sejauh ini hanya diukir Bill Russell, Wilt Chamberlain, dan Larry Bird.
Kunci utama Thunder ada pada Holmgren. Meski menempati urutan kedua dalam pemungutan suara Defensive Player of the Year, kontribusi serangannya merosot saat Final Wilayah Barat. Selama Thunder masih menelan delapan kekalahan dari 12 duel terakhir melawan Spurs, dominasi di musim reguler belum bisa menjadi jaminan gelar.