Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal II-2028, dengan kapasitas produksi CBG yang diproyeksikan mencapai lebih dari 102.000 MMBtu per tahun. Biogas yang dihasilkan selanjutnya akan dimurnikan menjadi CBG sebelum dipasok kepada PGN Gagas berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.

Melalui proses penangkapan gas metana yang sebelumnya berpotensi terlepas ke atmosfer, proyek ini diperkirakan mampu menghindari emisi gas rumah kaca sekitar 28.000 ton setara karbon dioksida (tCO2e) setiap tahunnya.

"Kami berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan 40 fasilitas produksi biometana di seluruh Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Target ini realistis, didukung oleh proyek-proyek yang telah memiliki perjanjian kerja sama yang ditandatangani serta portofolio proyek potensial yang kuat," kata Chief Executive Officer/Director of PT RPS, Amran Yusof dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Proyek ini merupakan proyek CBG ke-10 yang dikembangkan reNIKOLA di Indonesia, yang kali ini berkolaborasi dengan PGN Gagas, dan Mahkota Group dalam rangka mendukung pertumbuhan sektor energi terbarukan di Indonesia.