Joe Gomez kemudian membawa Liverpool unggul 6-5. Fofana maju sebagai penendang terakhir Chelsea dengan tekanan besar di pundaknya.

Alih-alih menyamakan kedudukan, tendangan Fofana justru melambung jauh di atas mistar menuju tribun The Kop. Para pemain Liverpool langsung merayakan kemenangan, sedangkan Fofana harus menerima kenyataan pahit.

Dua kesalahan Fofana menjadi sorotan karena keduanya terjadi pada momen krusial. Handball-nya membuat Liverpool menyamakan kedudukan, sementara kegagalan penalti terakhir memastikan Chelsea tersingkir.

Aksi bek berusia 25 tahun itu pun menjadi bahan pembicaraan penggemar sepak bola. Kesalahan handball yang dinilai tidak perlu serta tendangan penalti yang melambung menjadi dua momen yang paling mudah mengundang sindiran.

Berikut rangkuman kemarahan warganet akan aksi Fofana:

"Fofana secepatnya mesti dijual. dia yang ngasih penalti ke Liverpool, dan gagal pas nendang penalti. engga pantes jadi salah satu peman dengan gaji tertinggi di Chelsea," kata @ChelseaEleven.