NADIKABAR.COM — Sebuah benda logam berukuran besar yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Jalan Sampit-Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah akhirnya terungkap. Benda tersebut disebut sebagai bagian dari roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E.

"Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB," kata Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, Senin (19/10/2026).

Konfirmasi itu diperoleh setelah pihak Bandara H Asan Sampit berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami juga sudah koordinasi dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) terkait hasil temuan kami di lokasi dan sudah kami teruskan ke pihak tersebut," kata Zachrudien.

Pihak Bandara H Asan Sampit bersama TNI dan Polri juga telah menelusuri lokasi penemuan. BRIN juga menyampaikan bahwa serpihan yang ditemukan tidak mengandung bahan beracun. Meski demikian, benda tersebut tetap dievakuasi untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.

"Saat ini sudah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut lagi dan demi keamanan," ujarnya.

Petunjuk lain mengenai asal-usul benda tersebut juga ditemukan pada penanda yang tertera di bagian serpihan. KNKT mencermati kode '2ZQE31-20-15' yang dinilai memiliki kemiripan dengan nama roket pembawa satelit China, Zhuque 2E. Pada benda itu juga terdapat kode lengkap '2ZQE31-20-15 240256KY' yang menjadi salah satu petunjuk dalam proses penelusuran asal-usulnya.

KNKT kemudian berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di bawah BRIN. Dari koordinasi tersebut, diperoleh konfirmasi bahwa puing yang ditemukan merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik China.