Dia menyebut, daya tarik utama tidak selalu berasal dari destinasi wisata, tetapi juga kualitas lomba walaupun lokasi tetap penting sebagai bagian dari pengalaman peserta. Dengan begitu, perlombaan dan destinasi dapat saling melengkapi sebagai satu kemasan sport tourism.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa lomba lari tidak lagi sekadar kegiatan olahraga, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak sektor.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan Maybank senantiasa berkomitmen untuk mengolaborasikan kegiatan Maybank Marathon dengan agenda keberlanjutan (sustainability), melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat, UMKM, mitra usaha, serta komunitas lokal.
Komitmen tersebut, lanjut dia, kembali diwujudkan melalui Maybank Marathon Sustainability Day 2026 yang diselenggarakan selama dua hari dan memasuki agenda utama di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Bali pada akhir Agustus.
Dia menyatakan, Maybank Marathon yang berstatus Elite Label Road Race dari World Athletics, telah 15 tahun mendorong pertumbuhan industri olahraga lari di Indonesia. Ajang itu telah mendatangkan keuntungan miliaran rupiah sebagai manfaat ekonomi di setiap lokasi penyelenggaraan, baik dari sisi okupansi hotel, transportasi, maupun belanja para peserta dan keluarga yang datang untuk berlomba maupun berlibur.