Tanpa ada perubahan mendasar dari hulu ke hilir, maka kita hanya akan membuat sampah berpindah tempat tanpa benar-benar terselesaikan dari sumbernya.

Selama puncak musim kemarau dari Juli hingga Oktober 2026, tempat pembuangan sampah (TPS) Pasar Gunungsari di Lombok Barat telah mengalami insiden kebakaran yang terdokumentasi sebanyak enam kali.

Rentetan kejadian kebakaran tersebut menandakan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pemadaman saat api muncul. Insiden itu membutuhkan solusi konkret agar penumpukan sampah bisa teratasi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat telah beberapa kali melakukan gotong royong dan pengangkutan sampah Pasar Gunungsari ke TPA Kebon Kongok, tapi persoalan sampah itu tidak kunjung usai. Sampah terus saja berdatangan dari berbagai arah, tidak hanya dari pasar, tetapi juga dari warga kecamatan lain.

Kasus kebakaran berulang kali dan sampah yang terus muncul di TPS Pasar Gunungsari menjadi momentum untuk membenahi sistem pengelolaan sampah dengan menjadikan pasar tradisional sebagai titik awal revolusi sampah.