NADIKABAR.COM — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur mengungkap, pelaku kekerasan terhadap anak seringkali berasal dari lingkungan terdekat korban. Kondisi ini membuat pengawasan terhadap anak menjadi tantangan tersendiri.
Pengurus LPA Jawa Timur M Isa Ansori mengungkapkan hal tersebut berdasarkan catatan pihaknya.
"Biasanya kekerasan seksual itu lebih banyak dilakukan oleh orang-orang dekat yang sudah dikenal. Bisa kakaknya, bisa orang tuanya sendiri, orang tua tiri atau apa pun," ungkap Isa saat dihubungi NadiKabar, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kedekatan pelaku dengan korban membuat akses untuk melakukan kekerasan menjadi lebih terbuka. Kondisi tersebut juga dapat diperparah oleh beberapa faktor. Misalnya persoalan ekonomi keluarga yang berdampak pada lemahnya pengawasan terhadap anak.
"Di mana adanya ruang longgar, kelonggaran pengawasan, yang kemudian menjadikan pelaku punya persepsi lebih leluasa untuk melakukan upaya-upaya sampai terjadinya kekerasan seksual," bebernya.
Fenomena pelaku dari lingkungan terdekat ini kembali menjadi sorotan setelah muncul kasus ayah yang diduga menghamili anak tirinya di Surabaya.
Kasus tersebut menunjukkan bagaimana kedekatan dan akses pelaku terhadap korban dapat menjadi salah satu faktor yang membuat anak berada dalam posisi rentan.