Ia juga menyoroti risiko judi daring termasuk taruhan olahraga atau sport betting yang rentan menyasar generasi muda, khususnya Generasi Z
Data Bloomberg, kata dia, menyebutkan 52 persen responden pernah mengalihkan dana investasinya ke taruhan olahraga dan 26 persen menganggap aktivitas tersebut sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.
Oleh sebab itu, menurut Farid, penguatan literasi keuangan sejak dini diperlukan agar mahasiswa mampu mengenali risiko produk keuangan digital, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengambil keputusan finansial secara bijak di tengah kemudahan transaksi melalui perangkat digital.
Ia mendorong generasi muda membangun kebiasaan menabung secara rutin dengan prinsip Sisihkan, Bukan Sisakan yakni mengalokasikan sebagian pendapatan atau uang saku sejak awal untuk membentuk dana darurat dan memenuhi kebutuhan pada masa mendatang.