"Kadang-kadang mahasiswa tertarik atau tergiur untuk menggunakan paylater, tapi kemampuan untuk melunasi atau melakukan cicilan setiap bulannya itu tidak terjangkau," ujarnya.

"Itu yang kita harapkan sekarang teredukasi masyarakat, ya minimal mereka tahulah cara mengelola keuangan karena ini kan buat masa depan juga," sambungnya pada Kuliah Umum Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) di Baruga AP Pettarani Unhas Makassar.

Nuruddin menjelaskan, inklusi keuangan di Indonesia berkembang pesat seiring kemudahan akses melalui aplikasi digital dan layanan mobile banking. "Masyarakat, khususnya generasi muda, kini dapat menggunakan berbagai produk keuangan hanya melalui telepon genggam," katanya.